My Album


Jumat, 09 November 2012

Bab 5 Kewiraswastaan dan perusahaan kecil.


 secara etimologis, istilah wiraswasta berasal dari dua kata, yakni ‘wira’ dan ‘swasta’. Wira memiliki arti berani, utama, atau perkasa. Sedangkan swasta ternyata juga berasal dari dua kata, yakni ‘swa’ dan ‘sta’. Swa artinya sendiri, dan sta, berarti berdiri. Jadi, swasta bisa dimaknai berdiri di atas kekuatan sendiri. ( Wasty Soemanto, 1984 : 43 ).
Menurut Suparman Sumahamidjaya, arti kata wiraswasta bisa diuraikan sebagai berikut:
Wira=luhur,berani,jujur,ksatria. Swa=sendiri. Sta=berdiri
Jadi maksudnya adalah mewujudkan aspirasi kehidupan berusaha yang mandiri dengan landasan keyakinan dan watak yang luhur.
11.  Unsur pengetahuan mencirikan tingkat penalaran yang dimiliki seseorang. Pada umumnya unsur pengetahuan banyak ditentukan oleh tingkat pendidikan orang bersangkutan.
2.   Unsur keterampilan pada umumnya diperoleh melalui latihan dan pengalaman kerja nyata. Wiraswastawan yang dilengkapi keterampilan tinggi akan mempunyai keberhasilan yang lebih tinggi.
3.   Unsur kewaspadaan merupakan paduan unsur pengetahuan dan sikap mental dalam menghadapi keadaan yang akan datang. Kewaspadaan berkaitan dengan pemikiran atau rencana tindakan untuk menghadapi sesuatu yang mungkin terjadi atau diduga yang akan dialami.

perusahaan kecil dalam lingkungan perusahaan ialah perusahaan kecil yang telah memiliki managemen perusahaan tingkat perusahaan besar. Dapat kita lihat billa kita ingin membuat sebuah perusahaan, itu semua harus dimulai dari yang kecil. Karena dengan sejalannya perusahaan, maka perusahaan yang kita buatpun bukan mustahil untuk menjadi perusahaan yang besar.


Waralaba adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layananSedangkan menurut versi pemerintah Indonesia, yang dimaksud dengan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa
Sedangkan menurut Asosiasi Franchise Indonesia, yang dimaksud dengan Waralaba ialah:
Suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.

Franchisor atau pemberi waralaba, adalah badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimilikinya.Franchisee atau penerima waralaba, adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba.

Waralaba dapat dibagi menjadi dua:
Waralaba luar negeri, cenderung lebih disukai karena sistemnya lebih jelas, merek sudah diterima diberbagai dunia, dan dirasakan lebih bergengsi.
Waralaba dalam negeri, juga menjadi salah satu pilihan investasi untuk orang-orang yang ingin cepat menjadi pengusaha tetapi tidak memiliki pengetahuan cukup piranti awal dan kelanjutan usaha ini yang disediakan oleh pemilik waralaba.
jenis-jenis usaha yang potensial diwaralabakan:
1.      Jenis Usaha Waralaba Sektor Makanan
2.      Jenis Usaha Waralaba Sektor Ritel
3.      Jenis Usaha Waralaba Sektor Jasa
4.      Jenis Usaha Waralaba Sektor Farmasi

Secara umum perusahaan kecil mengacu pada ciri-ciri berikut :
1.      Manajemen berdiri sendiri. Biasanya para manajer perusahaan adalah pemiliknya juga, dengan predikat yang disandang mereka memiliki kebebasan untuk bertindak dan mengambil keputusan.
2.      Investasi modal terbatas. Pada umumnya modal perusahaan kecil disediakan oleh seorang pemilik atau sekelompok kecil pemilik, karena jumlah modal yang diperlukan relative kecil.
3.      Daerah operasinya local. Dalam hal ini majikan dan karyawan tinggal dalam suatu lingkungan yang berdekatan dengan letak perusahaan.
4.      Ukuran secara keseluruhan relative kecil ( penyelenggara di bidang operasinya tidak dominant)
Kekuatan dan Kelemahan Perusahaan Kecil
Kekuatannya perusahaan kecil adalah :
1.      Kebebasan untk bertindak
2.      Menyesuaikan kepada kebutuhan setempat
3.      Peran serta dalam melakukan usaha atau tindakan
Kelemahan Perusahaan Kecil adalah:
1.      Relatif lemah dalam spesialisasi
2.      Modal dalam pengembangan terbatas
3.      Karyawan relatife sulit untuk mendapat yang cakap 
Sebab-sebab Kegagalan Bisnis Kecil:

Menurut Clifford M. Baumback, sebab kegagalan utama ialah ketidakmampuan manajemen sebesar 98%. Unsur-unsur ketidakmampuan manajemen ini dapat diperinci sebagai berikut:
1. Modal kurang mencukupi
2. Lokasi kurang menguntungkan
3. Membeli barang terlalu banyak
4. Kurang mengawasi persediaan barang
5. Keadaan ekonomi kurang menguntungkan
6. Pengeluaran dan tanggungan biaya terlalu besar
7. Mengambil kredit tidak penuh perhitungan
8. Tidak mengadakan pembukuan yang baik
9. Mengadakan ekspansi terlalu berlebih-lebihan
10.Tanggungan biaya tetap terlu besar

Cara mengembangkan perusahaan kecil:
Hal pertama yang harus Anda temukan adalah keahlian dan minat.
Kedua, perhatikan ide bisnis apa yang cenderung terus mengalami kemajuan.
Perbedaan Perusahaan Kecil dengan Perusahaan besar
Perusahaan Kecil:
1.      Umumnya dikelola pemilik
2.      Struktur organisasi sederhana
3.      Pemilik mengenal karyawan
4.      Prosentase kegagalan perusahaan tinggiKekurangan manajer yang ahli
5.      Modal jangka panjang sulit diperoleh
Perusahaan Besar:
1.      Dikelola bukan oleh pemilik
2.      Struktur organisasi kompleks
3.      Pemilik mengenal sedikit karyawan
4.      Prosentasi kegagalan rendah Banyak ahli manajemen
5.      Modal jangka panjang relative mudah diperoleh



Kesimpulan:
Kewiraswastaan adalah mewujudkan aspirasi kehidupan berusaha yang mandiri dengan landasan keyakinan dan watak yang luhur.
perusahaan kecil dalam lingkungan perusahaan ialah perusahaan kecil yang telah memiliki managemen perusahaan tingkat perusahaan besar. Dapat kita lihat billa kita ingin membuat sebuah perusahaan, itu semua harus dimulai dari yang kecil.
Waralaba adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layananSedangkan menurut versi pemerintah Indonesia, yang dimaksud dengan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.
Kekuatan dan Kelemahan Perusahaan Kecil
Kekuatannya perusahaan kecil adalah :
1.      Kebebasan untk bertindak
2.      Menyesuaikan kepada kebutuhan setempat
3.      Peran serta dalam melakukan usaha atau tindakan
Kelemahan Perusahaan Kecil adalah:
1.      Relatif lemah dalam spesialisasi
2.      Modal dalam pengembangan terbatas
3.      Karyawan relatife sulit untuk mendapat yang cakap 
Cara mengembangkan perusahaan kecil
Perbedaan Perusahaan Kecil dengan Perusahaan besar

Sumber: Rohadiedication.wordpress.com, buku pengantar bisnis responterhadap dinamika global, zaicorp-zaicrop.blogspot.com,vuline.blogspot.com

Jumat, 19 Oktober 2012

PT. Kai


PT. Kai





Sejarah


Periode
Status
Dasar Hukum
Th. 1864
Pertama kali dibangun Jalan Rel 
sepanjang 26 km antara Kemijen
 
Tanggung oleh Pemerintah Hindia Belanda

1864 s.d 1945
Staat Spoorwegen (SS)
Verenigde Spoorwegenbedrifj (VS)
 
Deli Spoorwegen Maatschappij (DSM)
IBW
1945 s.d 1950
DKA
IBW
1950 s.d 1963
DKA - RI
IBW
1963 s.d 1971
PNKA
PP. No. 22 Th. 1963
1971 s.d.1991
PJKA
PP. No. 61 Th. 1971
1991 s.d 1998
PERUMKA
PP. No. 57 Th. 1990
1998 s.d. 2010
PT. KERETA API (Persero)
PP. No. 19 Th. 1998
Keppres No. 39 Th. 1999
Akte Notaris Imas Fatimah
Mei 2010 s.d sekarang
PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO)
Instruksi Direksi No. 16/OT.203/KA 2010



Visi
Menjadi penyedia jasa perkeretaapian terbaik yang fokus pada pelayanan pelanggan dan memenuhi harapan stakeholders.

Misi
Menyelenggarakan bisnis perkeretaapian dan bisnis usaha penunjangnya, melalui praktek bisnis dan model organisasi terbaik untuk memberikan nilai tambah yang tinggi bagi stakeholders dan kelestarian lingkungan berdasarkan 4 pilar utama : keselamatan, ketepatan waktu, pelayanan dan kenyamanan.

Business Unit PT Kai (anak perusahaan) :
A. PT. Reska Multi Usaha
B. PT. Railink
C. PT. KAI Commuter Jabodetabek
D. PT. KA Pariwisata
E. PT. KA Logistik              
F. PT. KA Property Management



Dewan direksi
  • Ignasius jonan (Direktur utama)
  • Sulistyo Limbo H. (Direktur komersial)
  • Candra purnama (Direktur pengelolaaan prasarana)
  • Rono pradipto (Direktur pengelolaan sarana)
  • M.kuncororo w. (Direktur SDM dan teknologi informasi)
  • Joko margono (Direktur pengembanagn usaha)
  • Kumiadi A. (Direktur pengembanagn usaha)
  • A. Herlianto (Direktur pengembanagn usaha)
  • Bambang irawan (Direktur keselamatan dan keamanan)
  • Judarso widoyono (Direktur pengembangan usaha nonproduksi)

Dewan komisaris
  • Imam haryatna (komisaris utama)
  • Martinus suwasono ( Anggota Komisaris)
  • Aswin sasongko ( Anggota Komisaris)
  • Abi kusno( Anggota Komisaris )
  • Herry bakti ( Anggota Komisaris )
  • Umiyatun hayati T. ( Anggota Komisaris )
  • Yahya ombara( Anggota Komisaris )


Arti logo



3 Garis melengkung melambangkan gerakan yang dinamis PT KAI dalam mencapai Visi dan Misinya.
2 Garis warna orange melambangkan proses Pelayanan Prima (Kepuasan Pelanggan) yang ditujukan kepada pelanggan internal dan eksternal. Anak panah berwarna putih melambangkan Nilai Integritas, yang harus dimiliki insan PT KAI dalam mewujudkan Pelayanan Prima.
1 Garis lengkung berwarna biru melambangkan semangat Inovasi yang harus dilakukan dalam memberikan nilai tambah ke stakeholders. (Inovasi dilakukan dengan semangat sinergi di semua bidang dan dimulai dari hal yang paling kecil sehingga dapat melesat.)

Sumber: www.kereta-api.co.id



Bab 4. Pembelanjaan


Pada dasarnya penggunaan dana dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu:
1. Penggunaan dana dalam jangka  pendek: kas, surat-surat berharga, pihutang, persediaan
2. Penggunaan dana dalam jangka  panjang: Investasi aktiva tetap termasuk tanah, bangunan dan peralatan
Kemampuan perusahaan dalam memperoleh pendapatan dari sejumlah modal yang dipergunakan disebut Rentabilitas. Rentabilitas perusahaan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

 RE =   ( Lk / (MA+MS)) *  100 %

Berikut beberapa factor terjadi penurunan/peningkatan rentabilitas ekonomi perusahaan:
1. Usaha yang dipilih
2. Pengalaman perusahaan itu sendiri atau pesaing
3. Manajemen usaha
4. Kesempatan yang ada

Penggunaan jangka pendek, menyangkut pembelanjaaan aktif yaitu penggunaan danatertuang dalam besarnya modal kerja yang tertanam dalam aktiva lancar.
a. pengelolaan kas, kas merupakan salah satu bentuk aktiva lancar yang paling likuid di mana yang dapat berbentuk uang tunai atau cek yang dapat sewaktu-waktu diuangkan sesuai dengan kebutuhan sehari hari

perusahaan. Aliran kas masuk (penerimaan) berhubungan erat dengan masalah penjualan barang dan jasa perusahaan baik yang bersifat penjualan kredit/tunai  maupun penjualan dan pembelian saham perusahaan. Aliran kas keluar (pengeluaran kas) bisa berbentuk pengeluaran untuk membayar gaji, upah dan membantu ongkos masyarakat dsb.
b. surat-surat berharga,  terjadi karena pengalihan alokasi kas tunai yang mengatur sementara untuk dijadikan sertifikat berharga atau surat berharga lainnya yang dalam jangka waktu tertentu dapat menghasilkan bunga tertentu, yang dapat menambah pendapatan perusahaan atau memperkecil biaya pengadaan dana.

c. pengelolaan piutang, timbulnya piutang karena adanya penjualan kredit dari hasil perusahaan dalam menjual hasil barang produksi.  Pertimbangan suatu perusahaan melaksanakan penjualan kredit tergantung kepada beberapa factor diantaranya: 1. Kebijakan perusahaan mengenai berapa persen dari total penjualan perusahaan yang menggunakan kredit, 2. Syarat pembayaran dimana ada batas waktu tertentu yang mendapat potonagan tunai kemudian setelah lewat batas waktu yang telah ditentukan dimasukan dalam bentuk kredit (piutang), 3. Kebiasaan langganan dalam melakukan pembayaran.
Tindakan terakhir dari manajemen keuangan adalah memerintahkan staffnya untuk membuat skedul pengumpulan piutang.
d. pengelolaan persediaan, persediaan bahan baku, bahan penolong maupun barang proses.
Penggunaan dana dalam jangka panjang, berarti kita mempertimbangkan jumlah uang yang tertanam dalam aktiva tetap. Bentuk aktiva tetap tersebut bisa berupa tanah, peralatan/mesin, dan bangunan.
Penilaian uang dapat diperhitungkan dalam dua konsep  yaitu;
1. Nilai uang sekarang (Present value), adalah nilai awal pada periode penilaian dari sejumlah uang pada akhir periode dengan tingkat jumlah tertentu.
Nilai majemuk  (compound value), hasil pengumpulan uang awal periode penilaian di masa yang akan datang dengan jumlah bunga yang diterima selama periode tersebut.
Penilaian aktiva tetap beserta analisisnya, Penilaian ataupun analisis yang dilakukan perusahaan dapat memakai cara sebagai berikut:
1. metode nen present value, 2. Metode internal rate of return, 3. Metode profitability indeks, 4. Metode pay back period, 5. Metode average of return.
Metoda pay back period dan metoda average of return merupakan metoda yang mengabaikan value of money, sehingga metoda ini sangat jarang digunakan dibanding metode yang lainnya.

Kesimpulan
Pada dasarnya penggunaan dana dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu:
1. Penggunaan dana dalam jangka  pendek: kas, surat-surat berharga, pihutang, persediaan
2. Penggunaan dana dalam jangka  panjang: Investasi aktiva tetap termasuk tanah, bangunan dan peralatan
Kemampuan perusahaan dalam memperoleh pendapatan dari sejumlah modal yang dipergunakan disebut Rentabilitas.


Daftar pustaka

Widiyono. Pakkana,Mukhaer.2011.Pengantar bisnis respon terhadap dinamika global;Jakarta.Mitra kencana media.
Widyatmini.1996.pengantar bisnis.;Jakarta.Universitas Gunadarma.

Bab 3. Personalia


A. Pengertian manajemen personalia
Manajemen personalia sekarang diganti dengan istilah manjemen sumber daya manusia. Menurut Flipo manjemen personalia adalah perencanaan, pengorganisasian pengarahan dan pengawasan dari pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa, pengintegretasian, pemeliharaan dan pemutusan hubungan kerja karyawan dengan maksud mencapai tujuan individu karyawan,perusahaan, atau organisasi masyarakat.
A.1.Fungsi manajerial dari manjemen personalia:
a. Fungsi perencanaan, membantu dalam proses pencapaian tujuan dengan melibatkan partisipasi secari aktif dari manajer personalia dalam bidang sumberdaya manusia.
b.Fungsi  pengorganisasian, fungsi kelanjutan kegiatan yang harus dilaksanakan setelah manajer personalia menetapkan program yang disusun.
c. Fungsi Pengarahan, fungsi manajer personalia dalam mengarahkan karyan untuk melaksanakan atau tugas secara sukarela demi keberhasilan tujuan perusahaan.
d. Fungsi pengawasan, fungsi manjerial dari manajer personalia untuk melakukan tindakan koreksi atau perbaikan-perbaikan bila terjadi penyimpanagan dalam melaksanakan program sesuai dengan spesifikasi jabatannya.
A.2. Fungsi operasional manjemen personalia
1. pengadaan karyawan (procurement)
 Pengadaan karyawan atau penarikan tenaga kerja, seleksi dan penempatan tenaga kerja sesuai dengan keahliannya. Pada dasarnya sumber untuk melakukan penarikan kerja tenaga kerja dapat ibagi 2:
a.sumber eksternal: penarikan tenaga kerja dari luar perusahaan dalam mengisi jabatan yang kosong.
Sumber eksternal bisa berasal dari lembaga pendidikan, tenaga depnaker, pasar tenaga kerja.
b. sumber internal: penarikan tenaga kerja dari dalam perusahaan. Contohnya promosi jabatan
Kegiatan yang berhubungan dengan penentuan kualitas yang diperlukan suatu jabatan ada 3 macam:
1. Job analysis, merupakan kegiatan untuk meneliti dan mengumpulkan informasi mengenai jenis kegiatan yang dilakukan ,tempat,lingkungan yang diperlukan dari alasan pekerjaan tersebut dilakukan dan bagaimana melaksanakan  pekerjaan tersebut.
2. Job specification, uraian mengenai batas persyaratan minimum pegawai yang dapat menduduki jabatan tertentu agar bekerja lebih efektif dan efisien.
3. Job description, Uraian mengenai hak dan kewajiban seorang karyawan pada jabatan tertentu.
Berikut 8 unsur kegiatan yang harus dilakukan dalam pemilihan tenaga kerja:
a. Wawancara pendahulauan                            b. Pengisian blanko                              c. Pemeriksaan referensi
d. Test psikologi                                                    e. Wawancara                                       f. Persetujuan supervisor
g. Pemeriksaan kesehatan fisik                          h. diterima sebagai karyawan baru
Hal-hal yang harus diperkenalkan untuk mengetahui lingkungan perusahaan yaitu:
a. Sejarah perusahaan                         b. Produk yang dihasilkan                                   c. Kondisi kerja
d. Upah atau gaji                                   e. Program kesehatan dan pelayanan              f. Teman pekerjaan
g. Alat-alat yang digunakan h. Tujuan pelaksanaan kegiatan
2. Pengembangan tenaga kerja
Bertujuan untuk meningkatkan keahlian dan keterampilan melalui pendidikan dan pelatihan. Manfaat yang diperoleh perusahaan mengembangkan karyawan melalui training dan latihan adalah dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja lebih besar, dapat menciptakan suasana kerja yang bersemangat dan harmonis dsb.
3. Kompensasi (balas jasa)
Adalah imbalan balas jasa yang diberikan kepada karyawan baik yang bersifat financial maupun secara non-finansial secara adil. Ada beberapa factor yang mempengaruhi tingkat upah kerja yaitu pasar tenaga kerja, peraturan pemerintah, adanya serikat buruh, kemampuan membayar perusahaaan, situasi keuangan dan laba perusahaan,dsb.


Adapun system yang dipakai menirut Mair ada 4 sistem yaitu: 1. System upah menurut prestasi kerja, 2. System upah menurut lama kerja, 3. System upah menurut senioritas kerja, 4. System upah menurut kebutuhan.
4. Integrasi  tenaga kerja
Penyesuaian antara perbedaan kepentingan perusahaan dengan karyawan sebagai individu agar dapat bekerjasama secara harmonis dalam mencapai tujuan perusahaan.
5. Pemeliharaan karyawan
Usaha-usaha untuk mempertahankan kontinuitas dari kondisi kerja yang sudah efektif tersebut melalui lima fungsi operasional dari manajemen personalia.

B. Hubungan Perburuhan (Hubungan Industrial)
Pada dasarnya ada 4 unsur yang terdapat dalam hubungan perburuhan yaitu:
a. Buruh, orang yang bekerja dibawah perintah orang lain dan orang tersebut menerima upah sebagai imblan atas pekerjaan yang mereka lakukan.
b. Majikan /pengusaha, Orang yang memiliki perusahaan dan mengelolanya sehingga mereka dapat memperkerjakan orang lain untuk tecapainya keberhasilan tujuan perusahaan.
c. Organisasi perburuhan, suatu organisasi yang bertujuan untuk memperjuangkan dan memperbaiki kesejahteraan anggota-anggota dalam hubungan kerja secara sukarela.
d. Organisasi pengusaha/majikan, tujuan utamanya adalah untuk mencari laba

Hubungan industrial pancasila, merupakan suatu hubungan yang terbentuk antara karyawan, pemerintah, pengusaha dalam hubungannya dengan kegiatan operasioanal perusahaan dalam menghasilkan barang atau jasa yang didasarkan pada sila-sila pancasila dan UUD 45 dengen kepribadian dan kebudayaan timur khususnya bangsa Indonesia. Pada pelaksanaanya hubungan industial pancasila mempunyai dua asas yang sangat penting  yaitu: a. Asas kekeluargaan dan gotong royong, b. Asas musyawarah untuk mencapai mufakat.

Perjanjian kerjasama, ada tiga bentuk perjanjian kerja sama: 1. Closed shop agreement, 2. Umum shop Agreement, 3. Open shop agreement.

 Konflik yang terjadi antara pekerja dan pengusaha bisa digolongkan menjadi tiga bagian:
1. konflik yang bisa diatasi dengan kontak langsung.
2. konflik yang hanya bisa diselesaikan dengan mendatangkan pihak ke tiga (penengah):
a.konsolidasi, perantara yang tidak mempunyai wewenang dalam usaha pencapaian tujuan kesepakatan tersebut.
b. mediasi, sebagai mediator untuk pemberi saran-saran kepada kedua belah pihak tanpa ada kewenangan untuk memaksa memakai saran-saran yang diberikan.
c. arbitrasi, untuk memberikan saran atau keputusan-keputusan yang harus disetujuai dan mengikat antara kedua belah pihak.
3. Konflik macet untuk menyelesaikannya dapat diatasi dengan memakai lembaga;
a. Bipartite, adalah lembaga konsultasi dan musyawarah yang dibentuk oleh pekerja dengan pengusaha untuk mengatasi konflik antara kedua belah pihak.
b. lembaga tripartite, adalah suatu lembaga antar pemerintah.
Pencegahan timbulnya konflik:
a. Membentuk lembaga konsultasi karyawan.
b. Melakukan survey terhadap semangat kerja secara rutin.
c. Membentuk lembaga bimbingan penyuluhan.
d. Partisipasi dalam pengambilan keputusan.


Kesimpulan
Manajemen personalia sekarang diganti dengan istilah manjemen sumber daya manusia. Menurut Flipo manjemen personalia adalah perencanaan, pengorganisasian pengarahan dan pengawasan dari pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa, pengintegretasian, pemeliharaan dan pemutusan hubungan kerja karyawan dengan maksud mencapai tujuan individu karyawan,perusahaan, atau organisasi masyarakat.

Pada dasarnya ada 4 unsur yang terdapat dalam hubungan perburuhan yaitu:
a. Buruh, orang yang bekerja dibawah perintah orang lain dan orang tersebut menerima upah sebagai imblan atas pekerjaan yang mereka lakukan.
b. Majikan /pengusaha, Orang yang memiliki perusahaan dan mengelolanya sehingga mereka dapat memperkerjakan orang lain untuk tecapainya keberhasilan tujuan perusahaan.
c. Organisasi perburuhan, suatu organisasi yang bertujuan untuk memperjuangkan dan memperbaiki kesejahteraan anggota-anggota dalam hubungan kerja secara sukarela.
d. Organisasi pengusaha/majikan, tujuan utamanya adalah untuk mencari laba


Daftar pustaka

Widiyono. Pakkana,Mukhaer.2011.Pengantar bisnis respon terhadap dinamika global;Jakarta.Mitra kencana media.
Widyatmini.1996.pengantar bisnis.;Jakarta.Universitas Gunadarma.